Pemanfaatan air untuk irigasi air baku untuk industri dan air bersih/minum secara bersama-sama mempengaruhi debit air sungai/daya dukung wilayah, tetapi secara individu pemanfaatan air untuk irigasi yang berpengaruh nyata terhadap debit air sungai ini dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan variabel luas tanam berpengaruh nyata
PemerintahHarus Lakukan Ini untuk Optimalkan Potensi Laut RI. Jakarta - Ketua Pengurus Alumni ITS, Dwi Soedjipto mengatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor maritim Indonesia menjadi 70% terhadap Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP). Saat ini kontribusi sektor maritim baru
Selainmenyimpan bahan tambang dan mineral, ternyata laut indonesia juga dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan. Dengan arus laut, gelombang, pasang surut, hingga suhu udara yang ada di laut bisa manfaatkan sebagai Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). 4. Pariwisata
Denganberagamnya potensi kelautan Indonesia, antara lain: industri bioteknologi kelautan, air laut dalam (Deep Ocean Water), wisata bahari, Energi Kelautan, mineral laut dalam, pelayaran, serta industri kemaritiman, merupakan kekayaan yang sebenarnya dapat memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.
Potensikelautan belum didayagunakan secara optimal. 15. Pengembangan sistem pemanfaatan sumber daya alam yang berpihak pada masyarakat dan memperhatikan pelestarian hutan; (b) Penegakan hukum bagi pihak yang merusak sumber daya alam dan lingkungan hidup;Kerja sama dan tukar pengalaman dengan negara lain dan lembaga internasional dalam
PengelolaanSumber Daya Alam yang Mensejahterakan Rakyat. Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy. Keberadaan potensi sumberdaya alam yang melimpah Nnusantara dari waktu kewaktu periode pembangunan ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Daerah, bahkan masyarakat daerah cendrung menanggung akibatnegatif dari eksploitasi Sumber
ES42. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa laut memiliki ruang yang tak terbatas untuk bisa dimanfaatkan secara ekonomi. Pemanfaatan tersebut, bisa menggerakkan roda ekonomi yang akan saling terhubung antar sektor Dengan memberikan ruang untuk dimanfaatkan, maka laut bisa menghasilkan nilai ekonomi yang tak terhingga dan bermanfaat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, pemanfaatan ruang laut juga akan bisa membantu Negara untuk menambah pundi-pundi keuangan secara cepat. Hal itu, juga selaras dengan tujuan untuk meningkatkan kas Negara yang berasal dari bidang pengelolaan ruang laut Namun demikian, dorongan kegiatan ekonomi tersebut tidak boleh melupakan prinsip keberlanjutan yang diyakini akan bisa menjaga lautan dari kerusakan dan menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada di dalamnya Pemanfaatan ruang laut yang ada di wilayah perairan Indonesia harus bisa berjalan sesuai dengan prinsip berkelanjutan untuk kelestarian lingkungan dan sumber daya alam di laut. Prinsip tersebut tidak boleh dilanggar, karena untuk menjaga ekosistem di laut tetap dalam kondisi baik. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, walau ada kewajiban untuk bisa tetap menjaga prinsip keberlanjutan, namun pemanfaatan ruang laut akan tetap bisa dilakukan seperti sebelumnya yang di antaranya adalah untuk kegiatan perekonomian secara nasional. Untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran prinsip berkelanjutan yang dilakukan pihak-pihak yang memanfaatkan ruang laut nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP melibatkan perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang fokus pada bidang kelautan, ekonomi, dan lingkungan. “Ruang laut sarat dengan keilmuan makanya kita ajak para ahli untuk membantu dalam menyiapkan kebijakan maupun program-program penataan ruang laut,” ungkap dia belum lama ini di Jakarta. baca Perikanan Berkelanjutan untuk Masa Depan Laut Dunia Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono kanan melihat budi daya lobster di perairan dekat Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Lombok Tengah, NTB, Rabu 24/3/2021. Foto KKP Menurut Trenggono, kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan ruang laut bentuknya tidak terbatas. Selain untuk penanaman kabel atau pipa bawah laut yang berfungsi sebagai sarana telekomunikasi, juga ada kegiatan pengeboran minyak, gas alam, hingga kegiatan pariwisata. Seluruh kegiatan tersebut, sudah berkontribusi pada penerimaan negara bukan pajak PNBP dan itu selaras dengan upaya yang sedang dilakukan KKP saat ini, yakni terus mendorong peningkatan PNBP hingga mencapai Rp12 triliun pada 2024 mendatang. “Untuk itu kegiatan ekonomi di ruang laut tetap harus didorong agar manfaat yang didapat Negara maupun masyarakat menjadi lebih optimal,” tambah dia. Dalam melaksanakan kegiatan pemanfaatan ruang laut, harus dilakukan dengan selalu memegang prinsip keberlanjutan. Jika tidak, maka ancaman keberlangsungan seluruh makhluk hidup di laut akan menjadi nyata dan itu sama saja dengan memicu kerusakan dan kepunahan. Dengan menjaga prinsip keberlanjutan, maka akan terjaga juga ekosistem yang ada di laut, seperti padang lamun, terumbu karang, dan semua jenis biota laut yang sudah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Prinsip Keberlanjutan Menurut Trenggono, dengan menjaga laut melalui penerapan prinsip berkelanjutan dalam pemanfaaatan ruang laut, maka itu berarti akan ikut berperan menghasilkan oksigen, sumber pangan yang bergizi, dan juga mengurangi efek pemanasan global. “Ruang laut ini harus dijaga. Kalau enggak dijaga, efek lebih luas dalam kurun waktu yang panjang yang akan mengganggu ekosistem kehidupan,” tutur dia. baca juga Ini Buah Manis Penerapan Prinsip Berkelanjutan pada Perikanan Tuna Nelayan saat membongkar ikan tongkol di kapal. Disaat ikan tongkol banyak, harga yang awalnya Rp18 ribu/kg bisa turun hingga Rp13-14 ribu/kg. Foto Falahi Mubarok/ Mongabay Indonesia Sedangkan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut PRL KKP Tb Haeru Rahayu menambahkan bahwa sejak penataan dilakukan lebih baik, angka PNBP untuk bidang PRL mengalami kenaikan pada 2021 menjadi Rp7,9 miliar. Sebelumnya, pada 2020 angka PNBP dari bidang yang sama jumlahnya hanya Rp3,7 miliar. Kenaikan angka tersebut bersumber dari penerimaan yang berasal dari perizinan, pemanfaatan kawasan konservasi perairan nasional, dan kerja sama pemanfaatan KSP untuk pulau-pulau kecil yang ada di seluruh Indonesia. Agar nilai PNBP terus meningkat, pelayanan kepada masyarakat untuk bidang PRL juga terus ditingkatkan setiap saat. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga akan semakin intensif dimanfaatkan, salah satunya untuk proses perizinan, sehingga pengajuan menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Dari sisi regulasi, KKP saat ini tengah menyelesaikan peraturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja UUCK tenang pengelolaan ruang laut. Aturan turunan tersebut diharapkan bisa menyederhanakan penataan regulasi dan kegiatan ekonomi, khususnya di ruang laut. Pemanfaatan ruang laut dengan prinsip berkelanjutan memang sudah menjadi perhatian utama KKP sejak lama. Termasuk, untuk kegiatan penangkapan ikan yang bernilai ekonomi tinggi seperti Kakap dan Kerapu, juga Tuna di perairan Indonesia. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Yuliadi, pengelolaan harus dilakukan dengan baik melalui prinsip keberlanjutan, terutama di perairan kepulauan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia WPPNRI Timur Indonesia. Adapun, WPPNRI yang dimaksud, di antaranya adalah 713 yang mencakup wilayah perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali, 714 yang mencakup perairan Teluk Tolo dan Laut Banda, dan 715 perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau. baca juga Beratnya Mewujudkan Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan Panorama laut dari Dermaga Ketapang menuju ke Pulau Pahawang, Lampung. Foto L Darmawan/Mongabay Indonesia Salah satu upaya untuk bisa menjaga sumber daya laut dengan berkelanjutan, adalah menjalin kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara YKAN. Melalui kerja sama, diharapkan peningkatan produksi perikanan tangkap bisa tercapai dengan tetap berkelanjutan. Menurut Yuliadi, dengan adanya kerja sama, tata kelola perikanan untuk Kakap dan Kerapu Laut diharapkan bisa meningkat dan tetap dalam koridor prinsip keberlanjutan. Kemudian, bisa meningkatkan ketersediaan data, sistem informasi, dan teknologi. “Itu untuk pengelolaan perikanan Tuna yang berkelanjutan di perairan kepulauan,” jelas dia di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. Yuliadi menyebutkan, perlunya dilakukan pengelolaan dengan prinsip berkelanjutan, karena selama ini permintaan pasar terus meningkat terhadap Kakap, Kerapu Laut, dan juga Tuna. Akibatnya, itu mendorong penangkapan di alam berlebih dan bisa menyebabkan sumber daya menurun. Padahal, ketiga komoditas tersebut bernilai ekonomi penting, baik bagi Indonesia ataupun juga negara lain. Untuk itu, melalui kerja sama dengan YKAN diharapkan pengelolaan sumber daya kelautan bisa menjadi lebih baik, melalui penerapan prinsip keberlanjutan. Sinergi Kehidupan Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, perlindungan wilayah daratan dan perairan adalah bagian dari sistem penyangga kehidupan yang bisa mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif. Juga, bisa mengedepankan pendekatan nonkonfrontatif, dan membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pihak kepentingan untuk mewujudkan Indonesia yang lestari. Oleh karena itu, upaya untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan harus senantiasa didukung penuh. Sebagai negara kepulauan dengan luas perairan yang mencapai lebih dari 70 persen dari total wilayah dengan kekayaan hayati laut yang melimpah, maka sektor kelautan dan perikanan menjadi sangat penting bagi Indonesia. “Kami berharap kerja sama ini menjadi salah satu upaya dan strategi untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” terang dia. perlu dibaca Menghitung Indeks Kekayaan Laut Indonesia untuk Perikanan Keberlanjutan Kearifan lokal menjaga laut dijalankan penuh nelayan Aceh dengan tidak menggunakan bom atau pukat harimau. Foto Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Dalam sebuah kesempatan, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono pernah mengucapkan bahwa untuk bisa mewujudkan pengelolaan wilayah perairan laut dengan sumber daya alam yang ada di dalamnya, itu memerlukan sinergi antara semua pihak yang terkait dan berkepentingan. Bagi dia, Pemeritah Indonesia tidak dapat bekerja sendiri untuk melaksanakan pengelolaan tersebut dan memerlukan dukungan dari semua pihak. Oleh karenanya, sinergi, kerja sama, dan kolaborasi adalah sebuah keniscayaan yang harus bisa diwujudkan. Di mata dia, perikanan tangkap Indonesia berada dalam kondisi multi spesies, multi habitat, multi stakeholder, dan multi alat tangkap. Semua keragaman itu, harus bisa bersinergi untuk mewujudkan pengelolaan laut yang bermanfaat dan berkelanjutan. “Begitu beragam kekuatan kita, begitu beragam pula tantangan sekaligus peluang yang ada, bekerja bersama dalam satu harmoni adalah prasyarat mutlak jika ingin sektor kelautan dan perikanan yang kita cintai ini melaju pesat,” pungkas dia. Artikel yang diterbitkan oleh alat tangkap ikan, biota laut, featured, kapal penangkap ikan, kesejahteraan nelayan, komitmen jokowi, perikanan berkelanjutan, Perikanan Kelautan, perikanan tangkap, satwa dilindungi, satwa laut
Manfaat Sumber Daya Alam Laut Pemanfaatan sumber daya laut bertujuan untuk mencukupi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertambahan penduduk yang pesat dirasakan makin sempitnya daratan, memaksa kita untuk berangsur-angsur mengalihkan kegiatan ekonomi ke laut. Guna memenuhi kebutuhan hidup akan pangan, mineral maupun bahan mentah. Dalam uraian berikut adalah tentang sumberdaya laut dibatasi pada sumber daya dapat pulih renewable resources yaitu sumber daya hayati laut dengan ekosistem yang menyusunnya. Sumber daya hayati laut meliputi hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut, dan perikanan laut DAHURI et al., 1996. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Laut Hutan Mangrove Hutan mangrove merupakan ekosistempendukung kehidupan yang penting di wilayahpesisir dan lautan. Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi sebagai penyedia nutrien bagibiota perairan, tempat pemijahan dan asuhanbagi berbagai macam biota, penahan abrasi,amukan angin taufan dan tsunami, penyeraplimbah, pencegah intrusi air laut dan lainsebagainya NONTJI, 1987. Secara ekonomis,hutan mangrove menghasilkan kayu, daun daunan sebagai bahan baku obat dan lainsebagainya SUKARDJO, 1986. Tidak kurangdari 70 macam kegunaan pohon mangrove bagi kepentingan manusia telah diidentifikasikan,meliputi “produk langsung” seperti bahanbakar kayu, bahan bangunan, alat penangkapikan, pupuk pertanian, bahan baku kertas,makanan, obat-obatan, minuman, tekstil, dan”produk tidak langsung” seperti tempatrekreasi, dan bahan makanan DAHURI et al,1996. Kegunaan tersebut secara tradisionaltelah dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir diIndonesia. Potensi lain dari hutan mangroveyang belum dikembangkan secara optimaladalah sebagai kawasan wisata alamecoturism. Kegiatan wisata alam semacamini telah berkembang lama di Malaysia danAustralia. Ekosistem hutan mangrove di Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati tertinggi di dunia dengan jumlah total spesies89, terdiri dari 35 spesies tanaman, 9 spesiesperdu, 9 spesies liana, 29 spesies epifit, dan 2spesies parasitik. Keanekaragaman hayatihutan mangrove yang tinggi merupakan asetyang sangat berharga baik dilihat dari fungsiekologi maupun fungsi ekonomi. Terumbu Karang Ekosistem terumbu karang mempunyaiproduktivitas organik yang tinggi, demikianpula keanekaragaman hayatinya. Terumbukarang berfungsi ekologis sebagai penyedianutrien bagi biota perairan, pelindung fisikpantai, tempat pemijahan, tempat asuhan danmencari pakan bagi berbagai biota. Terumbu karang juga mempunyai produk yang bernilaiekonomis penting seperti berbagai jenis ikankarang, udang karang, alga, teripang, danberbagai jenis keong dan kerang SUKARNOet al., 1984. Di beberapa tempat di Indonesia,karang batu hard coral dipergunakan untukberbagai kepentingan seperti konstruksi jalandan bangunan, bahan baku industri, danperhiasan. Dalam industri pembuatan kapur,karang batu sering ditambang sangat intensifseperti terjadi di pantai-pantai Balihingga mengancam kelestarian pantaiSUHARSONO, 1996. Padang Lamun Lamun seagrass adalah tumbuhanberbunga Spermatophyta yang sudahsepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup dibawah permukaan air laut FORTES, 1990.Lamun hidup di perairan dangkal agakberpasir, sering juga dijumpai di ekosistemterumbu karang. Lamun membentuk padangyang luas dan lebat di dasar laut yang masihterjangkau oleh cahaya matahari dengantingkat energi cahaya yang memadai bagipertumbuhannya. Lamun tumbuh tegak,berdaun tipis yang bentuknya mirip pita danberakar jalar. Tunas-tunas tumbuh darirhizoma, yaitu bagian rumput yang tumbuhmenjalar di bawah permukaan dasar berbuah dan menghasilkan padang lamun memerlukansirkulasi air yang baik. Air yang mengalir inilahyang menghantarkan zat-zat nutrien danoksigen serta mengangkut hasil metabolismelamun, seperti karbon dioksida CO2 keluardaerah padang lamun. Secara umum semuatipe dasar laut dapat ditumbuhi lamun, namunpadang lamun yang luas hanya dijumpai padadasar laut lumpur pasiran dan tebal. Padanglamun sering terdapat di perairan laut antarahutan rawa mangrove dan terumbu karang. Keberadaan padang lamun dapatmenstabilkan dasar laut. Padang lamun berfungsi sebagai perangkap sedimen dandistabilkan. Padang lamun merupakan daerahpenggembalaan grazing ground bagi hewanhewan laut seperti “duyung” mamalia, penyulaut, bulu babi dan beberapa jenis ikan. Padanglamun juga merupakan daerah asuhannursery ground bagi larva-larva berbagaijenis ikan. Tumbuhan lamun dapat digunakansebagai bahan makanan dan pupuk. Misalnyasamo-samo Enhalus acaroides oleh pendudukKepulauan Seribu dimanfaatkan bijinyasebagai bahan makanan. Rumput laut benthic algae Potensi rumput laut alga di perairanIndonesia dapat diamati dari potensi lahanbudidaya rumput laut yang tersebar di 26propinsi di Indonesia. Potensi rumput laut diIndonesia mencakup areal seluas hadengan potensi produksi sebesar ton/tahun DAHURI et al, 19964. Budidayarumput laut sudah sejak lama dilakukan olehmasyarakat di daerah pantai seperti Bali, Riau, Sulawesi Selatan, SulawesiTenggara, Sulawesi Utara dan budidaya tersebut mengalamipasang surut akibat masalah pemasaran yangturun naik tidak menentu. Namun sekarangpemasarannya tidak masalah justru karenakrisis ekonomi membawa angin segar bagiproduk pertanian untuk ekspor dengan naiknyanilai dolar ATMADJA et al, 1996. Pemanfaatan rumput laut untuk industriterutama oleh kandungan senyawa kimiadidalamnya, khususnya karagenan, agar, danalgin. Karagenan merupakan bahan kimia yangdapat diperoleh dari berbagai jenis alga merah seperti Gelidium, Gracilaria dan Hypnea, sedan” algin adalah bahan yang terkandung dalam alga coklat seperti Sargassum. Algin banyak digunakan dalam industrikosmetika sebagai bahan pembuat sabun,cream, lotion, shampo, dalam industri farmasidigunakan untuk membuat emulsifier, stabilizer, tablet, salep, kapsul, dan filter. Algin jugadipakai dalam industri tekstil, keramik,fotografi, dan sebagai bahan aditif. Agar-agarmerupakan bahan baku pokok pembuatantepung agar-agar, baik untuk industri skala besarmaupun dalam industri rumah tangga. Agar-agardipakai dalam industri makanan sebagai thickener dan stabilizer, pada industri farmasi danbidang mikrobiologi untuk kultur industri kecantikan memanfaatkan agaragar untuk pembuatan bahan dasar salep, cream,sabun, lotion dan lain sebagainya. Karagenandengan kualitas yang jauh lebih bagus dari agaragar, juga banyak digunakan dalam berbagaiindustri seperti juga algin dan agar-agar. Sumberdaya Perikanan Laut Sumberdaya perikanan laut di Indonesia disusun dalam kelompok-kelompokPelagis Besar, Pelagis Kecil, Demersal, Udang/Krustasea lainnya, Ikan Karang, Ikan Hias,Rumput Laut, Moluska Teripang/ Ubur-ubur,Benih Alami, Reptilia dan Mamalia laut. Bahan-bahan Bioaktif Bahan-bahan bioaktif Bioactive substances atau berbagai macam bahan kimiayang terkandung dalam tubuh biota lautmerupakan potensi yang sangat besar bagipenyediaan bahan baku industri farmasi,kosmetika, pangan dan industri bioteknologilainnya. Sejauh ini, pemanfaatan potensibahan-bahan bioaktif untuk keperluan industriterutama bioteknologi masih rendah DAHURIet al., 1996. Originally posted 2021-05-05 144539. Perikanan Navigasi pos
pemanfaatan potensi sumber daya alam laut dapat memberikan kontribusi bagi